Konten produk ini disediakan melalui terjemahan mesin dan mungkin tidak mencerminkan informasi sebenarnya. Mohon pertimbangkan hal ini sebelum melakukan pemesanan.
Lereng gunung yang curam dipenuhi kebun jeruk yang berjejer rapat, dan saat turun dari lereng gunung, akan terhubung dengan laut yang berkilau biru. Di antara gunung dan laut itu terdapat sebuah desa kecil dengan populasi sekitar 700 orang, yang menjadi panggung pengalaman ini, yaitu Desa "Karie". Hampir semua penduduk yang tinggal di sini adalah petani jeruk atau nelayan. Jarak fisik dan psikologis antar penduduk sangat dekat, dan desa ini dipenuhi senyuman. Hal ini juga berlaku bagi orang luar. Interaksi yang setara telah tercipta dengan penduduk yang memiliki budaya keramahan yang mengakar. Sebagai buktinya, dalam 5 tahun terakhir, 12 orang muda telah pindah dari kota lain dan menjadi penduduk baru, serta menghidupkan daerah ini.
Paket menginap khusus yang memungkinkan Anda berpartisipasi bersama penduduk setempat dalam festival yang diam-diam diwariskan di kota ini.
"Festival Tari Bon Odori Kabuki Kuzushi" yang diadakan setiap tahun pada tanggal 14 Agustus adalah tarian Bon Odori meriah yang mengadaptasi pertunjukan kabuki, ditampilkan dengan tujuan penghormatan arwah dan pelestarian budaya daerah. Ini adalah kesenian rakyat yang langka secara nasional dengan tema adegan-adegan terkenal kabuki, yang berasal dari "Tari Isa" pada pertengahan zaman Edo.
Para penari yang mengenakan kostum mewah dan riasan ala kabuki menari mengikuti irama drum dan alat musik pengiring, dengan irama khas yang disebut "kudoki". Pertunjukan yang dibawakan antara lain 'Adachigahara Senbonzakura', 'Sugawara Denju Tenarai Kagami', 'Shiranami Gonin Otoko', 'Renjishi', dan lainnya. Ciri khasnya adalah anak-anak hingga orang dewasa ikut berpartisipasi, dan diakhiri dengan tarian bersama seluruh peserta. Dalam beberapa tahun terakhir, penurunan jumlah penduduk dan kekurangan penari menjadi tantangan, namun tradisi ini terus dilestarikan berkat upaya masyarakat setempat.
Dalam rencana ini, dimulai dari berlatih bersama warga setempat sejak tanggal 12 untuk persiapan pertunjukan pada tanggal 14 Agustus. Anda dapat merasakan pengalaman unik yang hanya bisa didapatkan di sini, yaitu berlatih setiap malam, mengenakan kostum kabuki, dan menari bersama warga dalam pertunjukan sesungguhnya.
Latihan festival dilakukan pada malam hari. Oleh karena itu, kami ingin Anda benar-benar merasakan kehidupan di desa ini pada siang hari.
Di desa ini, tersedia berbagai program pengalaman, seperti pengalaman memanen hasil gunung dan laut, bersepeda menuruni bukit, serta pengalaman memasak hidangan lokal. Di antara semua pengalaman tersebut, yang paling direkomendasikan adalah "Pengalaman Memperbaiki Dinding Batu", sebuah pengalaman yang hanya bisa dilakukan di desa ini di Jepang.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pilar industri pemukiman ini adalah "pertanian jeruk mandarin". Pertanian jeruk mandarin di pemukiman ini menggunakan gaya membangun lahan pertanian dengan menumpuk batu kering di lereng gunung. Dinding batu yang ditumpuk ratusan tahun yang lalu menopang pertanian jeruk mandarin di daerah ini. Namun, dinding batu ini mengalami kerusakan akibat hujan dan babi hutan. Dahulu, petani jeruk mandarin memperbaikinya sendiri, tetapi saat ini, karena penuaan petani dan berkurangnya jumlah petani, perbaikan dinding batu tidak dapat dilakukan. Peran baru yang lahir dari situasi ini adalah "Spesialis Perbaikan Dinding Batu", yaitu ahli yang meregenerasi dinding batu yang runtuh. Dalam pengalaman ini, Anda akan benar-benar terlibat dalam perbaikan dinding batu sambil mendapatkan penjelasan dari ahli ini. Anda mungkin berpikir "hanya menumpuk batu", tetapi keseruan pengalaman ini baru terasa saat Anda mencobanya. Hubungan antara batu kecil yang menopang tanah dan batu besar yang terlihat di permukaan, serta pengalaman akan kebijaksanaan dan tenaga bahwa Anda harus menumpuknya sesuai dengan pusat gravitasi dan bentuk alami batu agar selesai dengan sempurna, adalah permainan Tetris nyata. Yang terpenting, proses menumpuk dengan gembira itu sendiri dapat menjadi kontribusi bagi daerah dengan membantu menopang industri lokal, sehingga Anda dapat merasakan makna dalam menjalani pengalaman ini.
Fitur utama produk ini adalah "tinggal seperti penduduk setempat" di kota ini.
Dengan dasar 2 malam 3 hari, Anda dapat merasakan kehidupan di desa adat. Selama masa tinggal di desa, "pemandu pendamping" akan mendukung kehidupan Anda, jadi tenanglah. Mereka akan memandu seluruh program harian, sehingga interaksi dengan penduduk setempat dapat berjalan lancar. Pemandu pendamping adalah profesional yang menjadi jembatan dengan komunitas setempat, tetapi tidak fasih berbahasa Inggris (kemampuan bahasa Inggris sebatas percakapan sehari-hari). Anda mungkin perlu sedikit usaha untuk menyampaikan pikiran kepada pemandu pendamping. Namun, anggaplah itu juga sebagai bagian dari kesenangan perjalanan. Karena, kesulitan dalam interaksi antara Anda dan pemandu pendamping itulah yang merupakan simulasi dari kehidupan di daerah ini. Tenanglah, pemandu pendamping selalu berdedikasi untuk melayani Anda dan tidak akan segan berusaha memahami keinginan Anda. (*Bagi yang menginginkan pemandu penerjemah, tersedia opsi tambahan untuk menyertakan pemandu penerjemah.)
Selama 4 hari, terus berinteraksi dengan penduduk setempat menuju satu tujuan, yaitu festival, maka saat pulang, mungkin akan tercipta satu lagi kampung halaman di Jepang.
Rasakan program "tinggal seperti berinteraksi dengan penduduk setempat" di Desa Kariie yang belum dikenal dunia.