Unduh aplikasi untuk mendapatkan diskon.
Kode produk #569540
5
[Keberangkatan dari Nagoya] Tur Harian Grup Kecil Mewah ke Istana Inuyama + Kuil Eihō-ji di Kokkeizan + Stasiun Pos Magome + Stasiun Pos Tsumago (termasuk tiket masuk)
[Keberangkatan dari Nagoya] Tur Harian Grup Kecil Mewah ke Istana Inuyama + Kuil Eihō-ji di Kokkeizan + Stasiun Pos Magome + Stasiun Pos Tsumago (termasuk tiket masuk)
[Keberangkatan dari Nagoya] Tur Harian Grup Kecil Mewah ke Istana Inuyama + Kuil Eihō-ji di Kokkeizan + Stasiun Pos Magome + Stasiun Pos Tsumago (termasuk tiket masuk)
[Keberangkatan dari Nagoya] Tur Harian Grup Kecil Mewah ke Istana Inuyama + Kuil Eihō-ji di Kokkeizan + Stasiun Pos Magome + Stasiun Pos Tsumago (termasuk tiket masuk)
[Keberangkatan dari Nagoya] Tur Harian Grup Kecil Mewah ke Istana Inuyama + Kuil Eihō-ji di Kokkeizan + Stasiun Pos Magome + Stasiun Pos Tsumago (termasuk tiket masuk)

[Keberangkatan dari Nagoya] Tur Harian Grup Kecil Mewah ke Istana Inuyama + Kuil Eihō-ji di Kokkeizan + Stasiun Pos Magome + Stasiun Pos Tsumago (termasuk tiket masuk)


Paling lambat 4 hari sebelum keberangkatan, konfirmasi hasil pemesanan.
Durasi perjalanan:12 jam
Bahasa Mandarin tur
4 hari yang lalu dapat dibatalkan gratis.
Harap tunjukkan e-voucher di lokasi

【Tur Grup Kecil Murni】Pemesanan mulai dari 1 orang, grup terbentuk dengan 4 orang

【Layanan Penuh Perhatian】Sopir berpengalaman menemani Anda, dapat memesankan makan siang pada hari yang sama

【Penjemputan dan Pengantaran Pintu ke Pintu Tersedia】Penjemputan dan pengantaran di hotel dalam radius 2 km dari Stasiun Nagoya atau berkumpul di titik pertemuan yang ditentukan

Unduh APLIKASI, pada pembelian pertama masukkan "APP90" di checkout untuk potongan langsung 90.

Pilih paket

Detail paket
Silakan pilih paket untuk melihat detail paket.

Tur wisata

Jenis turTur bersama, Grup kecil
Metode transportasiAntar-jemput hotel
Syarat peserta minimum4 pelancong
Pengaturan makananAtur sendiri
Layanan & fasilitas tambahanTermasuk antar-jemput
Jenis wisataKastil Jepang, Kuil & tempat suci, Tur situs bersejarah
TransportasiMobil sewaan (carter)

Info produk

Konten produk ini disediakan melalui terjemahan mesin dan mungkin tidak mencerminkan informasi sebenarnya. Mohon pertimbangkan hal ini sebelum melakukan pemesanan.

—— Minimal 4 orang · Mobil bisnis nyaman · Menjelajahi Nakasendo Zaman Edo · Mengunjungi Kastil Pusaka Nasional & Kuil Tersembunyi yang Tenang ——

  •  Inti Perjalanan: Mulai dari Nagoya, melintasi waktu dalam satu hari. Naiki Kastil Inuyama, salah satu dari empat kastil pusaka nasional Jepang, jelajahi Kuil Eihō-ji di Kokuzan dengan pohon ginkgo berusia 700 tahun, dan berjalan-jalanlah di dua pos peristirahatan terpelihara terbaik di Nakasendo — Pos Magome dan Pos Tsumago. Dirancang khusus untuk Anda yang mendambakan kedalaman sejarah, ketenangan alam, dan kenyamanan, tanpa terburu-buru seperti tur bus besar.

Mengapa memilih rute ini?

  • Ziarah Sejarah Kelas Pusaka Nasional:

Kastil Inuyama: Salah satu tenshukaku (menara utama) tertua yang masih ada di Jepang (dibangun tahun 1537), bersama Kastil Himeji, Kastil Matsumoto, dan Kastil Hikone, dikenal sebagai "Empat Kastil Pusaka Nasional Jepang". Berdiri megah di tepi Sungai Kiso, dijuluki "Kastil Putih", dengan pemandangan luas dan sejarah yang kaya.

Pos Magome & Pos Tsumago: Kawasan pelestarian kelompok bangunan tradisional penting pertama di Jepang. Di sini, suasana asli pos peristirahatan Nakasendo dari Zaman Edo terpelihara sepenuhnya — jalan berbatu, jendela kisi-kisi kayu, kincir air kuno, seolah waktu berhenti. Dibandingkan keramaian Kyoto, tempat ini terasa lebih tenang dan damai.

  • Taman Tersembunyi & Keajaiban Alam:

Kuil Eihō-ji di Kokuzan: Kuil terkenal aliran Myōshin-ji dari sekte Rinzai, dirancang oleh Musō Soseki. Memiliki pohon ginkgo pusaka nasional berusia 700 tahun (emas gemerlap di musim gugur) dan taman bergaya kolam-sirkuit yang indah. Ini adalah lokasi fotografi tersembunyi yang jarang diketahui, dengan sedikit pengunjung dan penuh ketenangan Zen.

Pemandangan Lembah Kiso: Sepanjang perjalanan, melintasi Pegunungan Kiso, nikmati pemandangan indah Sungai Kiso yang jernih dan ngarai, rasakan pesona unik "Jalan Kiso".

  • Pengalaman Mewah Ekstrem:

Grup minimal 4 orang: Ukuran grup minimal, memastikan privasi dan fleksibilitas. Cocok untuk keluarga, pasangan, atau teman, nikmati nuansa eksklusif hampir seperti mobil pribadi.

Mobil bisnis nyaman: Menggunakan Toyota Alphard atau mobil bisnis mewah setara, dengan kursi luas, AC independen, tetap stabil dan nyaman meski di jalan pegunungan berkelok.

Murni jalan-jalan tanpa belanja: Sepanjang perjalanan tanpa toko oleh-oleh, semua waktu dicurahkan untuk pemandangan, budaya, dan eksplorasi bebas.

▼Istana Inuyama (waktu wisata 90 menit) Sebuah kastil dengan latar belakang sejarah yang kaya. Terletak di atas bukit di tepi Sungai Kiso, sehingga lokasi geografisnya menjadi sangat penting. Struktur Istana Inuyama adalah hirayama-jiro (kastil di bukit), dengan struktur tenshu (menara utama) bergaya restorasi, total 3 lantai dan 4 tingkat, yang umum dikenal sebagai Istana Haku-tei. Istana Inuyama pertama kali dibangun pada tahun 1469 oleh Oda Nobuyasu, kemudian pada tahun 1537, Oda Nobuyasu membongkar Istana Kinoshita di dekatnya dan secara resmi mendirikan Istana Inuyama. Pada zaman perang saudara (Sengoku), karena pentingnya posisi strategisnya, Istana Inuyama sering berganti pemilik. Di antaranya, para daimyo (penguasa feodal) besar pada zaman Sengoku seperti Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu semuanya memiliki hubungan erat dengan Istana Inuyama. Tenshu Istana Inuyama adalah salah satu tenshu tertua yang masih ada di Jepang, dan ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun 1935. Pada tahun 1952, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Properti Budaya yang baru, kembali ditetapkan sebagai Harta Nasional yang dilindungi. Sisa-sisa peninggalan kastil yang masih ada meliputi tenshu, dinding batu (ishigaki), benteng tanah (dorui), sedangkan bagian seperti menara pengawas (yagura) dan gerbang (mon) merupakan hasil rekonstruksi tiruan di kemudian hari.

▼Istana Inuyama (waktu wisata 90 menit) Sebuah kastil dengan latar belakang sejarah yang kaya. Terletak di atas bukit di tepi Sungai Kiso, sehingga lokasi geografisnya menjadi sangat penting. Struktur Istana Inuyama adalah hirayama-jiro (kastil di bukit), dengan struktur tenshu (menara utama) bergaya restorasi, total 3 lantai dan 4 tingkat, yang umum dikenal sebagai Istana Haku-tei. Istana Inuyama pertama kali dibangun pada tahun 1469 oleh Oda Nobuyasu, kemudian pada tahun 1537, Oda Nobuyasu membongkar Istana Kinoshita di dekatnya dan secara resmi mendirikan Istana Inuyama. Pada zaman perang saudara (Sengoku), karena pentingnya posisi strategisnya, Istana Inuyama sering berganti pemilik. Di antaranya, para daimyo (penguasa feodal) besar pada zaman Sengoku seperti Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu semuanya memiliki hubungan erat dengan Istana Inuyama. Tenshu Istana Inuyama adalah salah satu tenshu tertua yang masih ada di Jepang, dan ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun 1935. Pada tahun 1952, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Properti Budaya yang baru, kembali ditetapkan sebagai Harta Nasional yang dilindungi. Sisa-sisa peninggalan kastil yang masih ada meliputi tenshu, dinding batu (ishigaki), benteng tanah (dorui), sedangkan bagian seperti menara pengawas (yagura) dan gerbang (mon) merupakan hasil rekonstruksi tiruan di kemudian hari.

▼Kuil Eihō-ji di Kokkeizan (waktu wisata 40 menit) Kuil Eihō-ji di Kokkeizan terletak di Kota Tajimi, Prefektur Gifu, Jepang. Didirikan pada tahun 1313 oleh Master Muso Soseki, kuil ini merupakan perpaduan semangat Zen dan keindahan alam. Di dalam kompleks kuil terdapat dua bangunan yang merupakan Harta Nasional – Aula Kannon dan Aula Kaisan, serta taman bergaya kolam-sirkuit yang ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Nasional. Aula Kannon dan Aula Kaisan tidak hanya merupakan Harta Nasional, tetapi juga menyimpan properti budaya penting seperti tablet peringatan dan kaligrafi dari periode Nanboku-chō hingga awal periode Muromachi. Taman Kuil Eihō-ji adalah salah satu karya representatif Master Muso Soseki, yang dengan cerdik memanfaatkan topografi dan lanskap alami, menunjukkan nilai tinggi taman kuil Zen abad pertengahan. Di antaranya, Kolam Naga Berbaring dan Jembatan Mukai di depan Aula Kannon adalah sorotan taman, menciptakan suasana taman aliran Tanah Suci. Selain itu, di dalam kuil terdapat pohon ginkgo besar berusia 700 tahun yang ditanam langsung oleh pendiri kuil, Bhikkhu Hotoku Zenji, yang menjadi ciri khas Kuil Eihō-ji. Pada musim gugur, dedaunan merah di taman dan pohon ginkgo besar saling melengkapi, menciptakan pemandangan yang sangat mempesona.

▼Kuil Eihō-ji di Kokkeizan (waktu wisata 40 menit) Kuil Eihō-ji di Kokkeizan terletak di Kota Tajimi, Prefektur Gifu, Jepang. Didirikan pada tahun 1313 oleh Master Muso Soseki, kuil ini merupakan perpaduan semangat Zen dan keindahan alam. Di dalam kompleks kuil terdapat dua bangunan yang merupakan Harta Nasional – Aula Kannon dan Aula Kaisan, serta taman bergaya kolam-sirkuit yang ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Nasional. Aula Kannon dan Aula Kaisan tidak hanya merupakan Harta Nasional, tetapi juga menyimpan properti budaya penting seperti tablet peringatan dan kaligrafi dari periode Nanboku-chō hingga awal periode Muromachi. Taman Kuil Eihō-ji adalah salah satu karya representatif Master Muso Soseki, yang dengan cerdik memanfaatkan topografi dan lanskap alami, menunjukkan nilai tinggi taman kuil Zen abad pertengahan. Di antaranya, Kolam Naga Berbaring dan Jembatan Mukai di depan Aula Kannon adalah sorotan taman, menciptakan suasana taman aliran Tanah Suci. Selain itu, di dalam kuil terdapat pohon ginkgo besar berusia 700 tahun yang ditanam langsung oleh pendiri kuil, Bhikkhu Hotoku Zenji, yang menjadi ciri khas Kuil Eihō-ji. Pada musim gugur, dedaunan merah di taman dan pohon ginkgo besar saling melengkapi, menciptakan pemandangan yang sangat mempesona.

▼Stasiun Pos Magome (waktu wisata 120 menit) Stasiun Pos Magome terkenal dengan arsitektur era Edo yang terawat baik dan jalan berbatu, menjadikannya tempat yang sangat baik untuk merasakan suasana tradisional Jepang. Bangunan di sini hancur dalam kebakaran besar tahun 1895 dan 1915, tetapi kemudian dipugar dan dibangun kembali. Meskipun demikian, bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan berbatu yang menanjak masih mempertahankan pesona era Edo. Jalan di Stasiun Pos Magome adalah jalan menanjak sepanjang sekitar 800 meter, dengan dinding batu dan bangunan kayu bergaya lama di kedua sisinya, termasuk penginapan, kedai teh, restoran, dan toko suvenir. Tempat ini juga merupakan kampung halaman novelis terkenal Jepang, Shimazaki Toson, sehingga terdapat Museum Peringatan Shimazaki Toson.

▼Stasiun Pos Magome (waktu wisata 120 menit) Stasiun Pos Magome terkenal dengan arsitektur era Edo yang terawat baik dan jalan berbatu, menjadikannya tempat yang sangat baik untuk merasakan suasana tradisional Jepang. Bangunan di sini hancur dalam kebakaran besar tahun 1895 dan 1915, tetapi kemudian dipugar dan dibangun kembali. Meskipun demikian, bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan berbatu yang menanjak masih mempertahankan pesona era Edo. Jalan di Stasiun Pos Magome adalah jalan menanjak sepanjang sekitar 800 meter, dengan dinding batu dan bangunan kayu bergaya lama di kedua sisinya, termasuk penginapan, kedai teh, restoran, dan toko suvenir. Tempat ini juga merupakan kampung halaman novelis terkenal Jepang, Shimazaki Toson, sehingga terdapat Museum Peringatan Shimazaki Toson.

▼Stasiun Pos Tsumago (waktu wisata 60 menit) Stasiun pos ke-42 di Nakasendo, jalur kuno yang menghubungkan Tokyo dan Kyoto pada era Edo. Stasiun Pos Tsumago terkenal karena arsitektur dan suasananya yang terawat baik dari era Edo, dan pada tahun 1976 terpilih sebagai Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting Nasional Jepang.

▼Stasiun Pos Tsumago (waktu wisata 60 menit) Stasiun pos ke-42 di Nakasendo, jalur kuno yang menghubungkan Tokyo dan Kyoto pada era Edo. Stasiun Pos Tsumago terkenal karena arsitektur dan suasananya yang terawat baik dari era Edo, dan pada tahun 1976 terpilih sebagai Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting Nasional Jepang.

Pemberitahuan pembelian

【Ketentuan Perjalanan】

Titik Keberangkatan/Tujuan Perjalanan: Gifu-Nagano

Durasi Perjalanan: Pulang Pergi dalam Hari yang Sama

Alat Transportasi: Mobil Bisnis, Mobil Bisnis Premium

Nama Perusahaan Bus: RBC Daichi Kanko atau yang setara

Termasuk Makanan: Sarapan 0 kali, Makan Siang 0 kali, Makan Malam 0 kali

Akomodasi: Tidak Ada

Jumlah Minimum Peserta: 4

Pemandu Perjalanan: Tidak Ada

Pemandu Wisata: Tidak Ada

【Perencanaan/Pelaksanaan Perjalanan】

Nama Perusahaan Operator: Chuwakanko Co., Ltd.

Alamat: 2-18 Chusecho, Gifu City

Nomor Izin: Gifu Prefectural Governor Registration Travel Business No. 2-328

Nama Asosiasi Perjalanan: ANTA National Travel Association Full Member


Pengingat

  • Diperlukan minimal 4 peserta agar tur berangkat. Jika jumlah peserta tidak mencapai minimum, tur akan dibatalkan. Email mengenai pembatalan tur akan dikirim 4 hari sebelum tanggal keberangkatan

  • Jika terjadi cuaca buruk seperti topan atau badai salju, keputusan apakah tur dibatalkan akan dibuat 1 hari sebelum keberangkatan (waktu setempat 09:00). Pemberitahuan akan dikirim melalui email

  • Wisatawan dengan kondisi berikut atau masalah kesehatan lain yang dapat memburuk akibat stimulasi berlebih sebaiknya tidak mengikuti aktivitas ini: Tekanan darah tinggi, Penyakit jantung, Fobia ketinggian, Asma, Epilepsi, Wanita hamil

  • Harap tiba di lokasi yang ditentukan 10 menit sebelum waktu keberangkatan, karena tur akan berangkat tepat waktu

  • Setelah konfirmasi pesanan, tanggal tidak dapat diubah sembarangan, dan kerugian yang timbul harus ditanggung sendiri.

  • Saat memesan, pastikan memberikan informasi lengkap agar tidak terjadi kesalahan yang dapat memengaruhi perjalanan.

  • Selama perjalanan, harap bawa dan simpan paspor serta barang berharga Anda dengan baik. Anda akan bertanggung jawab sendiri jika terjadi kehilangan, pencurian, atau kerusakan.

  • Lansia, penderita hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya, serta ibu hamil disarankan untuk didampingi oleh keluarga saat berpartisipasi.

  • Perjalanan ini tidak menerima pendaftaran dari pelanggan yang berusia di bawah 18 tahun sendirian. Jika ingin mendaftar, mohon wali mendaftar bersama untuk perjalanan ini.

  • Perjalanan ini adalah perjalanan tetap dengan mobil bersama. Pelanggan yang mengikuti perjalanan ini harap mematuhi waktu singgah di setiap objek wisata dan mengikuti arahan pengemudi/pemandu. Jika menginginkan layanan penyesuaian jadwal yang fleksibel, silakan merujuk pada layanan wisata sewa mobil.

  • Jika tidak berpartisipasi atau menghentikan perjalanan karena masalah pribadi, keterlambatan, dll., biaya tidak akan dikembalikan, harap diperhatikan.

  • Selama perjalanan, jika peserta meninggalkan rombongan sendiri, transaksi akan dianggap tidak sah dan biaya tidak akan dikembalikan. Apabila hal ini mengakibatkan masalah keselamatan jiwa atau harta benda, konsekuensinya harus ditanggung sendiri.

  • Berdasarkan kondisi lalu lintas, cuaca, hari libur, dan kepadatan pengunjung pada hari itu, waktu kedatangan setiap perjalanan dapat berubah. Jika terjadi penundaan atau pembatalan perjalanan karena faktor-faktor tersebut atau faktor-faktor force majeure lainnya, mohon maklum, dan tidak dapat dijadikan alasan untuk meminta pengembalian biaya.

  • Harap kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman dan cocok untuk bepergian saat mengikuti tur ini.

  • Harap patuhi hukum dan peraturan setempat Jepang. Jangan membawa barang-barang yang dilarang oleh hukum Jepang, untuk menghindari pelanggaran hukum yang dapat memengaruhi hak dan kepentingan Anda.

  • Selama waktu bebas, jaga keamanan diri dan barang pribadi; jika tidak mengikuti peringatan dan terjadi kecelakaan atau kerugian, Anda bertanggung jawab penuh.

  • Lansia berusia 70 tahun ke atas (termasuk) wajib dalam keadaan sehat dan layak melakukan perjalanan, serta ditemani selama perjalanan oleh anggota keluarga atau teman berusia 22 tahun ke atas.

  • Anak di bawah 18 tahun harus didampingi oleh setidaknya satu orang dewasa selama perjalanan.

  • Karena ketidakpastian faktor-faktor seperti kondisi lalu lintas, cuaca, hari libur, atau kepadatan pengunjung pada hari itu, waktu kedatangan setiap perjalanan dapat berubah. Sesuai dengan peraturan hukum Jepang, waktu kerja maksimum pengemudi adalah 10 jam. Demi memastikan keselamatan pengemudi dan kestabilan perjalanan, jadwal perjalanan dapat disesuaikan berdasarkan situasi aktual, termasuk mengurangi waktu kunjungan ke objek wisata atau membatalkan beberapa objek wisata. Dengan ini, kami dengan tulus berharap para wisatawan dapat memahami dan mendukung penyesuaian yang kami lakukan dengan mengutamakan keselamatan.

  • Jika terjadi faktor force majeure seperti yang disebutkan atau faktor lain di luar kendali, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Harap dimengerti bahwa kami tidak dapat mengembalikan biaya dalam situasi tersebut. Keputusan ini diambil untuk melindungi keselamatan pengemudi dan penumpang serta memastikan kelancaran operasional tim.

  • Kami selalu berkomitmen untuk memberikan Anda pengalaman perjalanan terbaik, namun dalam beberapa situasi, kami perlu menyesuaikan rencana perjalanan secara fleksibel berdasarkan kondisi aktual. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda.

  • Faktor force majeure lainnya dapat mencakup namun tidak terbatas pada: Bencana alam: Gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, topan, dan bencana alam lainnya dapat memengaruhi perjalanan. Kecelakaan lalu lintas: Kecelakaan lalu lintas jalan raya, kemacetan lalu lintas, dan situasi serupa dapat menyebabkan keterlambatan perjalanan. Kondisi cuaca: Kondisi cuaca buruk seperti salju lebat, hujan deras, kabut tebal, dll., dapat memengaruhi transportasi dan pengaturan perjalanan. Peraturan pemerintah: Peraturan darurat yang dikeluarkan pemerintah, pengendalian lalu lintas, dll., dapat menyebabkan perubahan perjalanan. Keadaan darurat kesehatan: Masalah kesehatan mendadak pada wisatawan atau anggota rombongan mungkin memerlukan pertolongan pertama dan penanganan darurat, yang menyebabkan perubahan perjalanan. Peristiwa sosial: Pemogokan, aksi protes, gejolak sosial, dll., dapat memberikan dampak yang tidak terduga pada transportasi dan perjalanan. Kerusakan mekanis: Kerusakan mekanis pada kendaraan transportasi (seperti mobil) dapat menyebabkan keterlambatan perjalanan.

Dapatkan bantuan

Pusat Bantuan KKday