Konten produk ini disediakan melalui terjemahan mesin dan mungkin tidak mencerminkan informasi sebenarnya. Mohon pertimbangkan hal ini sebelum melakukan pemesanan.
-Deskripsi Perjalanan-
Taman Besar Incheon merupakan satu-satunya taman hijau luas di Incheon, dengan luas sekitar 890.000 pyeong. Lingkungan hijau yang nyaman menjadi tempat istirahat favorit warga setempat. Saat musim gugur tiba, Taman Besar Incheon yang memiliki terowongan pohon maple menarik banyak wisatawan untuk menikmati pemandangan daun merah yang indah.
Kampung Dongeng Songwol pernah mengalami kemunduran karena banyak pemuda yang meninggalkan desa. Untuk membangun kembali kampung halaman, para pelukis diundang untuk melukis cerita dongeng di dinding, sehingga mengubah Songwol-dong menjadi dunia dongeng yang penuh imajinasi, romantis, dan kekanak-kanakan. Tempat ini sangat digemari wisatawan domestik dan mancanegara, dan kini telah menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi di Incheon dengan popularitas yang terus tinggi.
Taman Kebebasan terletak di belakang Chinatown Incheon. Dari puncak taman, Anda dapat menikmati pemandangan laut Incheon secara menyeluruh. Selain itu, setiap musim semi, bunga sakura yang bermekaran di seluruh gunung sangat indah, sehingga terkenal luas. Tempat ini tidak hanya menarik banyak pengunjung untuk menikmati bunga sakura, tetapi juga menjadi lokasi syuting drama Korea populer "Goblin".
Taman Wolmi terletak di Pulau Wolmi, Incheon. Selain memiliki ekosistem alam yang terjaga dengan baik, tempat ini juga kaya akan makna sejarah. Taman Wolmi meniru berbagai taman terkenal dari berbagai daerah untuk membangun kawasan taman, sehingga menjadi destinasi wisata taman tradisional yang terkenal, termasuk Rumah Kepala Keluarga Jongga di Bukchon, Ssoesae-won, Kolam Teratai di Istana Changdeok, dan Kolam Aeryeon, dengan lingkungan yang indah dan pemandangan yang menyenangkan.
Kuil Jeondeungsa terletak di Gunung Jeongjoksan, merupakan kuil kuno berusia seribu tahun. Konon kuil ini dibangun oleh biksu Ado dari periode Goguryeo. Karena Permaisuri Jeonghwa dari Raja Chungnyeol Goryeo pernah menyumbangkan lentera giok kepada Buddha, maka kuil ini kemudian dikenal sebagai Kuil Jeondeungsa (Kuil Lentera Warisan). Di dalam Kuil Jeondeungsa terdapat banyak bangunan yang layak dikunjungi, terutama patung-patung unik di Aula Daeungbo, patung wanita telanjang di bawah atap, dan patung-patung figur di pilar. Atapnya menggunakan gaya "jeongjo", dan di sekelilingnya terdapat pola ukiran yang penuh warna. Kuil Jeondeungsa tidak hanya memiliki arsitektur kuil yang indah, tetapi pemandangan di sekitar lokasi kuil juga terkenal akan keindahannya.
-Informasi Penting-
- Harap berikan informasi kontak wisatawan saat pemesanan, seperti ID aplikasi perpesanan atau nomor ponsel