Konten produk ini disediakan melalui terjemahan mesin dan mungkin tidak mencerminkan informasi sebenarnya. Mohon pertimbangkan hal ini sebelum melakukan pemesanan.
- Tur Menonton Olahraga Nasional Agung: Turnamen Sumo
Sumo, olahraga nasional Jepang, para pegulatnya (rikishi) bukan sekadar orang gemuk. Di bawah lapisan lemak terdapat otot-otot luar biasa yang terlatih. Meskipun bertubuh besar, mereka memiliki kelenturan yang menakjubkan, dan kaki mereka kokoh bagaikan batang pohon. Kemampuan fisik mereka benar-benar akrobatik; para pegulat adalah atlet ulung dengan tubuh yang dirancang untuk bertarung. Pada momen pertarungan sungguhan, suara benturan antar pegulat menggema di seluruh arena. Saksikan sendiri benturan dahsyat itu dengan mata kepala Anda!
◆ Poin Menarik untuk Ditonton
- Sejarah Sumo yang Berlangsung Lebih dari 1500 Tahun
Sumo, yang juga merupakan olahraga nasional Jepang, berawal dari zaman mitologi dan dikatakan bermula sebagai adu kekuatan. Awalnya dilakukan setiap tahun sebagai ritual festival untuk meramalkan hasil panen tahun itu, berlanjut sebagai upacara istana selama sekitar 300 tahun. Pada zaman perang saudara (Sengoku), sumo dilakukan sebagai latihan bagi para samurai. Memasuki zaman Edo, sumo mulai dikomersialkan dengan diadakannya sumo amal (kanjin-zumo), yang menjadi fondasi bagi turnamen sumo profesional (ozumo) saat ini. Kini, sumo telah terbentuk sebagai olahraga dan dicintai banyak orang. Di arena, Anda dapat merasakan secara langsung sejarah panjang sumo serta sisi tradisi budayanya.
- Upacara Masuk Ring (Dohyo-iri)
Para pegulat naik ke atas ring (dohyo), terbagi menjadi divisi juryo dan makuuchi, untuk memperkenalkan diri. Selain itu, dalam "Upacara Masuk Ring Yokozuna" yang dilakukan terpisah, Anda dapat menyaksikan ritual sakral yang berbeda. Dengan diiringi dua orang pegulat yang bertugas sebagai "tsuyuharai" (pembuka jalan) dan "tachimochi" (pembawa pedang), sang yokozuna melewati lorong menuju ring, bertepuk tangan, lalu mengangkat kaki tinggi-tinggi untuk melakukan gerakan shiko (menghentak kaki). Saat melakukan shiko ini, teriakan "Yoisho!" dari para penonton bergema keras di seluruh arena. Selain itu, celemek hias (kesho-mawashi) dan tali putih (tsuna) sang yokozuna juga menjadi salah satu daya tarik. Tali putih adalah tali khusus yang hanya boleh dikenakan oleh yokozuna.
- Pertanyaan yang Sering Diajukan:
Tanya Jawab
T: Apakah boleh makan dan minum selama menonton turnamen sumo?
J: Makan dan minum di tempat duduk diperbolehkan. Namun, dilarang membawa botol, kaleng, atau makanan dari luar. Di arena, tersedia penjualan bento, camilan, minuman ringan seperti teh dan jus, serta minuman beralkohol seperti bir dan chu-hai.
T: Oleh-oleh atau makanan apa yang sebaiknya dibeli saat menonton turnamen sumo?
J: "Handuk dukungan" yang dicetak dengan nama pegulat, dan "Kue Kering Pegulat" (Rikishi Cookie) dengan motif lucu sangat populer.
T: Apa saja etika saat menonton turnamen sumo?
J: Pertandingan sumo sering kali berakhir dalam hitungan detik, jadi harap jangan berpindah tempat duduk selama pertandingan berlangsung. Hal ini karena orang di belakang Anda bisa saja melewatkan momen kemenangan. Fotografi diperbolehkan, tetapi harap jangan menggunakan lampu kilat yang kuat.
T: Apakah ada aturan berpakaian saat menonton turnamen sumo?
J: Pakaian bebas dan tidak ada aturan khusus, tetapi harap hindari topi besar yang dapat menghalangi pandangan penonton lain.