Konten produk ini disediakan melalui terjemahan mesin dan mungkin tidak mencerminkan informasi sebenarnya. Mohon pertimbangkan hal ini sebelum melakukan pemesanan.
- Informasi Perjalanan -
Waktu berkumpul: 08:15 berkumpul di Nagoya.
Titik pertemuan: Depan Kantor Polisi Pintu Keluar Barat Stasiun Nagoya (Plaza Depan Stasiun Pintu Keluar Taiko-dori)
Waktu keberangkatan: 08:30 berangkat dari Nagoya.
Informasi kepulangan: sekitar pukul 18:30 tiba kembali di dekat Stasiun JR Nagoya.
-Pengenalan Tempat Wisata-
Kawasan Tua Takayama adalah kota kuno yang terkenal di Jepang, dulunya berkembang pesat sebagai kota pedagang. Terutama tiga jalan utama, yaitu Kamimachi dan Shimomachi, yang disebut "Kawasan Tua". Saat berjalan-jalan di jalan-jalan ini, Anda dapat menikmati deretan bangunan bergaya degoshi yang berkesinambungan, saluran air yang mengalir di bawah atap, serta rumah-rumah pembuatan sake yang menggantungkan tanda "Sakabayashi" yang terbuat dari daun cemara, yang menunjukkan suasana tradisional yang kental. Bangunan dan toko-toko kuno ini penuh dengan jejak sejarah, menjadi simbol sejarah dan budaya Kota Takayama. Di Kamimachi, Anda akan menemukan banyak toko permen nostalgia, toko kerajinan tradisional, serta toko makanan khas setempat yang terkenal dengan "Mitarashi Dango", yang menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Shimomachi masih mempertahankan banyak toko yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari warga, seperti toko kue mochi, toko barang antik, toko alat pertanian, toko alat tulis, dan lain-lain. Jalan-jalan di sini masih mempertahankan tampilan zaman dulu, menjadikannya tempat rahasia yang tidak boleh dilewatkan bagi wisatawan yang ingin mendalami budaya setempat.
- Desa Gassho-zukuri Shirakawa-go
Shirakawa-go, sebuah desa yang terletak di wilayah Hida, Jepang, dikenal sebagai "tempat tersembunyi di Jepang" dan terkenal dengan arsitektur rumah beratap jerami (gassho-zukuri) yang unik.Bangunan-bangunan tradisional ini ditetapkan pada tahun 1976 sebagai kawasan pelestarian kelompok bangunan tradisional penting, dan pada tahun 1995 bersama dengan Gokayama di Prefektur Toyama dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO.Shirakawa-go tidak hanya menampilkan lanskap pedesaan asli Jepang, tetapi juga mempertahankan budaya dan gaya hidup pedesaan yang mendalam, sehingga dijuluki sebagai "Kampung Halaman Asli Jepang".Shirakawa-go terletak di daerah pegunungan Hida, dengan Sungai Shogawa yang mengalir melaluinya, membentuk desa yang unik ini.Ini adalah kawasan salju lebat terkenal di Jepang, di mana salju musim dingin mengisolasi desa dari dunia luar, menjadikan Shirakawa-go sebagai tempat rahasia yang sulit dijangkau.Namun, justru lingkungan alam inilah yang membentuk cara hidup unik setempat.Di musim panas, tempat ini sejuk dan nyaman; sedangkan di musim dingin, desa ini tertutup salju tebal, dengan kedalaman salju pada bulan Februari bahkan bisa mencapai lebih dari 170 cm.Sejarah Shirakawa-go sangat dalam; penduduk setempat mengikuti tiga prinsip "tidak menjual, tidak menyewakan, tidak membongkar" untuk melindungi tampilan bangunan tradisional dan menjaga keseluruhan wajah komunitas.Semangat melindungi warisan budaya ini mendapat pujian tinggi dari dunia internasional, bukan hanya karena pelestarian bangunan dan lanskap, tetapi juga karena penduduk di sini melanjutkan semangat "Kizuna", yaitu semangat saling membantu.Karena kondisi alam musim dingin yang keras, penduduk setempat perlu saling membantu agar dapat melewati musim dingin yang berat bersama-sama.Tradisi saling membantu dan mendukung satu sama lain ini masih dilestarikan hingga zaman modern.Penduduk desa bekerja sama memperbaiki atap jerami gaya gassho-zukuri, yang tidak hanya merupakan kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga kegiatan penting untuk mewariskan kebijaksanaan leluhur.Arsitektur Gassho-zukuri di Shirakawa-go terkenal dengan struktur berbentuk gunung yang tersusun dari balok kayu saling bertautan, yang dirancang untuk beradaptasi dengan lingkungan alam bersalju tebal di daerah tersebut.Bangunan‑bangunan dengan gaya yang unik ini membuat seolah‑olah Anda berada di dunia kuno yang waktu berhenti, merasakan pesona budaya tradisional Jepang.
- Kereta Gantung Shinhotaka
Kereta gantung Shinhotaka terkenal dengan kereta gantung dua tingkatnya yang unik, satu-satunya di Jepang. Penumpang dapat dengan mudah naik ke ketinggian lebih dari 2.000 meter untuk menikmati pemandangan alam yang megah yang dikelilingi oleh Pegunungan Alpen Utara. Dari dek observasi puncak di atap Stasiun Nishi-Hotakaguchi, pengunjung dapat menikmati panorama 360 derajat pada ketinggian 2.156 meter. Pemandangan indah ini juga telah dinilai sebagai objek wisata bintang dua oleh Michelin Green Guide, menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi bagi banyak wisatawan. Di musim dingin, kereta gantung Shinhotaka membawa Anda ke dunia salju putih yang murni. Pemandangan salju yang dingin namun megah menciptakan suasana seperti mimpi, memberikan pengunjung pemandangan memesona yang hanya bisa dilihat di musim dingin. Baik Anda ingin merasakan keagungan alam, maupun menikmati keindahan berbeda dari pergantian musim, kereta gantung Shinhotaka akan memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.
Desa Rakyat Hida, juga dikenal sebagai Hida no Sato, adalah museum terbuka yang terletak di lingkungan alam, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali gaya hidup kuno di wilayah Hida. Museum ini memamerkan beberapa rumah tradisional beratap jerami, memungkinkan pengunjung untuk memahami secara mendalam budaya dan kehidupan masyarakat Hida. Hida no Sato tidak hanya menampilkan rumah-rumah yang dipindahkan dan dilestarikan, tetapi juga menyimpan banyak peralatan tradisional yang pernah digunakan di wilayah Hida. Pengunjung dapat merasakan sejarah dan budaya Hida melalui pengalaman visual, sentuhan, dan langsung di tengah lanskap alam yang berubah sepanjang musim. Terdapat enam rumah beratap jerami di Hida no Sato, yang terbagi menjadi dua struktur: "irimoya-zukuri" dan "gassho-zukuri" tipe potong. Rumah-rumah ini awalnya dibangun di daerah bersalju lebat di Hida utara, dengan desain yang memanfaatkan ketahanan jerami terhadap salju. Atap jerami tidak hanya mampu menahan timbunan salju yang tebal, tetapi desain struktur internalnya yang cermat juga mencerminkan kecerdasan masyarakat Hida dalam menghadapi tantangan alam. Di musim dingin, terdapat penerangan desa gassho-zukuri edisi terbatas yang dapat dinikmati, yang merupakan salah satu aktivitas musim dingin yang populer di daerah tersebut.
- Daging Hida Bokkō Miso Panggang
Hida Beef Hoba Miso Yaki adalah hidangan tradisional yang berasal dari wilayah Hida, Prefektur Gifu, Jepang, yang memadukan bahan-bahan alami setempat dengan metode memasak yang unik, menampilkan esensi budaya kuliner wilayah Hida. Hidangan ini pertama kali berasal dari para pekerja hutan di Hida, yang saat itu menggunakan daun hoba yang mudah didapat sebagai wadah, memanggang miso buatan sendiri di atas daun hoba, dan ini menjadi makanan khas wilayah Hida. Daun hoba sendiri memiliki sifat antibakteri, dan selama proses pemanggangan akan mengeluarkan aroma lembut yang berpadu dengan miso, membuat makanan semakin lezat. Saat ini, Hoba Miso Yaki telah menjadi salah satu hidangan lokal terkenal di wilayah Hida, terutama jika dipadukan dengan daging sapi Hida berkualitas tinggi setempat, semakin menambah kelezatan hidangan. Daging sapi Hida terkenal secara nasional karena marblingnya yang halus dan teksturnya yang lembut, dianggap sebagai wagyu premium yang setara dengan daging sapi Kobe. Dalam proses memasak Hoba Miso Yaki, irisan tipis daging sapi Hida diletakkan di atas miso daun hoba yang panas, seiring aroma miso dan kelezatan daging sapi yang meningkat, hidangan ini menjadi hidangan klasik di restoran-restoran lokal Hida.
-Informasi Hotel-
- Route Inn Grantia Hida Takayama Onsen Wazakura no Yado
"Route Inn Grantia Hida Takayama Onsen Wakura no Yado" menawarkan pemandian air panas alami "Tabibito no Yu", yang terkenal dengan airnya yang bening dan bermanfaat untuk kecantikan kulit, cocok untuk dinikmati oleh semua pengunjung. Selama menginap, Anda dapat bersantai dengan nyaman di sini, membiarkan tubuh dan pikiran beristirahat sepenuhnya, menghilangkan kelelahan dari pekerjaan atau tamasya, dan menyuntikkan energi untuk hari esok. Air panas berasal dari mata air Matsukura Yunoyama Onsen, termasuk jenis air panas sederhana dengan sifat hipotonik dan sedikit basa. Air ini berkhasiat untuk berbagai keluhan seperti nyeri kronis pada otot dan persendian, nyeri saraf, nyeri punggung, serta dapat meningkatkan fungsi pencernaan, meredakan stres, dan meningkatkan kesehatan. Di lantai 1 hotel terdapat pemandian umum terpisah untuk pria dan wanita, serta fasilitas praktis seperti losion, emulsi, dan kapas, yang memungkinkan Anda mendapatkan perawatan yang lebih baik sambil menikmati pemandian air panas. Di sebelah pemandian terdapat area istirahat dan mesin penjual otomatis untuk kenyamanan wisatawan. Selain itu, hotel menyajikan makan malam prasmanan, di mana Anda dapat memilih lebih dari 30 hidangan lezat seperti Hida Beef Hoba Miso Yaki dan daging sapi panggang, untuk memenuhi berbagai selera.
- Hotel MERCURE Hida Takayama ※Khusus menginap pada 25/1 & 5/2※
«MERCURE Hidaka Takayama Hotel» terinspirasi oleh alam dan budaya Hidaka Takayama, menafsirkan kembali elemen tradisional dari perspektif modern, serta mengintegrasikan nuansa Eropa yang terkandung dalam merek Mercure, menciptakan suasana ruang yang unik. Selain itu, hotel ini dilengkapi dengan fasilitas onsen terbuka, pemandian onsen dalam ruangan, dan penyewaan onsen terbuka, memungkinkan Anda bersantai sepenuhnya di tengah pemandangan indah yang berubah setiap musim, menikmati waktu pemulihan yang mendalam bagi jiwa dan tubuh.